Langsung ke konten utama

Postingan

Bullet Journaling untuk Menata Pikiran

Di bulan November ini aku mulai ngebujo alias bullet journaling lagi, nih, setelah stop selama 2 tahun lebih 🤭. Bedanya, kali ini aku mencoba bikin bujo yang dihiasi aneka gambar dan lebih berwarna-warni. Ternyata, seru juga, lo! Ngomong-ngomong, kamu tahu gak, bullet journaling itu apa?  Bullet journaling itu pada dasarnya merupakan salah satu teknik menulis jurnal harian dengan menggunakan bullet atau tanda titik sebagai penanda poin-poinnya.  Kamu pernah gak, bikin to do list di buku agendamu? Kamu menuliskan daftar beberapa kegiatan yang harus kamu lakukan di hari itu, lalu mencoretnya bila sudah selesai. Nah, itulah bujo dalam bentuk sederhana. Kini gaya penulisan bujo sendiri sudah mengalami banyak perkembangan, sampai-sampai (menurutku) jadi satu cabang kreativitas tersendiri. Coba deh, lihat banyaknya kreasi bujo di dunia digital hingga perkembangan komunitasnya. Aneka doodle, stiker, bahkan washi tapes membuat bujo mereka menjadi lebih unik dan menarik.
Postingan terbaru

Belajar Melihat Kebaikan Suami

Pernah gak kamu meminta sesuatu ke Allah, tetapi setelah mendapatkannya, kamu malah tidak bersyukur? Sebagai seseorang yang indecisive alias sulit mengambil keputusan, saya dulu berdoa semoga dijodohkan sama lelaki yang tahu apa yang dia mau dan bisa menyampaikan dengan tegas apa yang dia mau dan tidak mau saya perbuat. Ya, semacam tipe pengendali gitu, deh. Macho banget pasti yang begini 🤭 Ternyata Allah berkehendak sama. Ia jodohkan aku dengan si Abang yang tiap sebentar akan kirim pesan ... "Sudah sarapan apa tadi?", "Sofie dah mandi?", "nanti tolong lihat jemuran, ya", "makan siang apa, Beb?", atau "hari mau hujan nih, ambil jemurannya, ya", dan "jemuran udah diambil?" Kelihatannya si Abang lebih sayang sama jemuran ya, daripada istrinya? Hueee .... Kalau lagi capek dan turun iman, pesan-pesan begini bisa bikin aku sebal dan protes. Namun, ada kalanya ingatan tentang permintaanku dalam doa di masa lalu itu terlintas di ke

Anakku, Qurrota A'yun-ku

Saya mengakui kalau saya bukanlah orang yang sempurna. Dengan semakin bertambahnya usia pernikahan, saya sadari semakin bertambah pula kekeliruan yang saya perbuat. Beberapa kali saya menggunakan kata atau intonasi yang tidak tepat ketika berinteraksi dengan orang lain. Lawan bicara bisa saja merasa kaget, bingung, atau pun terintimidasi karenanya. Ketika suami menasehati, saya gigih pada keyakinan bahwa itu hal yang wajar untuk saya lakukan. Tetapi, tidak hari ini .... Hari ini, ketika saya melakukan hal itu lagi ke orang lain, si kecil mengoreksi saya. "Bundo kok tadi jahat? Ngomongnya gak boleh gitu", protesnya dengan dahi berkerut dan mulut yang dimonyongkan. "'Kan kasihan orangnya." Mendengar keluhan si kecil, semua pembenaran yang ada dalam hati saya buyar. Sejenak saya merenungi perkataannya yang memang benar. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan sikap saya yang tidak hangat tadi. Betapa beratnya masalah yang kita sedang hadapi, bukan berart

Membuka Lembaran Baru

  Ibarat membangun rumah yang biasanya pakai selamatan, bikin blog baru juga kita maunya pakai selamatan, nih .  "Selamat yaa , Bapak dan Nyonya, atas blog barunya!" kata Pak Haji si ketua RW. "Semoga berkah, ramai penikmatnya," sambung bu RW sembari menyodorkan tangannya. " Aamiin yaa Robb .... Doakan ya, Pak, Bu, semoga kami istiqomah mengisi kontennya," kusambut tangan bu RW sambil menatap haru. "Jadi, mau dipakai buat apa nih, blognya?" tanya Bang Jack si tetangga depan rumah. "Rencananya sih, saya mau menulis tentang kegiatan sehari-hari gitu, Bang. Yaa, biar ada manfaat, saya selipin pesan-pesan hikmah yang bisa saya petik dari sana," jawabku sedikit malu-malu. Lalu kulirik si Bapak-Suami yang sedang mengelus-elus perutnya--seolah-olah tindakannya itu bisa bikin kurus perut "bahagia"-nya itu dalam sekejap. "Kalau Bang Yuki sih , katanya mau ikut nulis tentang resensi buku atau film gitu." "Doakan aja lanca