Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label BehinDsign

Mengurus KTP Hilang

Mengurus aneka administrasi di dinas pemerintah daerah adalah ketakutanku, dulu. Bermula dari beberapa pengalaman membuat paspor, SIM, surat izin penelitian, kartu kuning, surat keterangan sehat, dan lain-lain yang tidak bisa dituntaskan dalam satu jam atau kurang. Ada yang menghabiskan waktu seharian penuh, ada yang harus kembali lagi keesokan harinya, yang paling parah adalah ketika aku cuma di tahap meminta tanda tangan dari kepala dinas pendidikan di salah satu kota untuk memberikan izin penelitian di beberapa SD negeri di sana, aku harus bolak-balik lebih dari sepekan sampai akhirnya tanda tangan itu kuterima.  Allahu akbar! Kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Wajar dong mereka bekerja dengan santai, 'kan tidak ada pesaingnya. Coba aja kalau sampai muncul lembaga swasta yang bisa mengurus ini dengan lebih cepat dan lebih baik, pasti kelabakan mereka! Itulah uneg-uneg yang biasa kugunjingkan dengan siapapun yang saat itu sedang menemaniku mengurus administrasi. Sem...

Ramadhan, Titik Balikku

Kalau diminta memberi ranking bulan Ramadhan kapankah yang paling berkesan dalam hidupku, Ramadhan 1441 H-lah jawabannya. Bulan suci yang bertepatan pada Mei 2020 itu jadi momen saat aku yakin bahwa ternyata aku bisa lho mengubah hidupku menjadi jauh lebih baik.  Di bulan itu aku mengikuti Camp Online Magnet Rezeki (COMR), yakni sebuah program untuk mengajak manusia kembali kepada ketauhidan. Di saat kebanyakan institusi dan organisasi sedang bingung menyikapi pandemi yang baru merebak di Indonesia 2 bulan sebelumnya, tim Magnet Rezeki hebatnya sukses menjadi pionir pengguna aplikasi Zoom yang dapat live stream langsung ke YouTube dan Facebook untuk menyajikan materinya. Program tersebut diselenggarakan full-time selama 7 hari. Pengemasannya begitu apik seolah-olah aku menghadiri seminar besar secara langsung. Acara tidak hanya dilengkapi dengan theme song yang disajikan tiap awal dan akhir sesi, tetapi juga diisi oleh beragam tokoh religi nasional seperti Ary Ginanjar Agustian, Ip...

Kok Bisa Menemukan Luka Batin dari Tanda Tangan?

Dr. Bruce Lipton, seorang ahli biologi dari Amerika, mengemukakan bahwa tujuh tahun pertama usia kehidupan kita menentukan kesuksesan seperti apa yang akan kita raih di masa depan maupun keterbatasan apa yang akan menghambat diri kita di masa depan. Penemuannya ini menjadi landasan konsep dalam Program Terapi BehinDsign bahwa luka batin pun terbentuk pada rentang usia tersebut. Pengalaman anak yang tidak menyenangkan akan terserap ke dalam pikiran bawah sadarnya dan dapat mengontrol segala keputusannya di masa depan. Seingat saya, di salah satu pelatihan NLP yang pernah saya ikuti, sang trainer juga menjelaskan bahwa pikiran sadar kita sebenarnya hanya punya 5% kendali atas diri kita. Sementara itu, pikiran bawah sadar justru mampu mengendalikan 95% dari segala perbuatan kita. Makanya, luar biasa ya, jika kita bisa mengakses pikiran bawah sadar dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Nah, saat menganalisa tanda tangan orang lain untuk menemukan sumber mental block-n...

Efek Menyembuhkan Luka Batin dan Mental Block

Beberapa orang menanyakan perubahan apa yang saya rasakan setelah beres berdamai dengan luka batin dan mental block lewat program terapi BehinDsign. Hmm ... Baik, saya coba runut, ya .... Dulu, sumbu amarah saya pendek. Ketika anak menjatuhkan remote TV atau menumpahkan air minum, misalnya, amarah saya langsung tersulut. Meskipun tahu dia melakukannya tidak dengan sengaja, tapi kok, berat ya, mau mengerem omelan yang keluar dari mulut ini. Walaupun kesannya saya "bagak" (bernyali) di hadapan anak, tapi di hadapan orang lain di luar rumah, nyali saya ciut, apalagi kalau sudah berhadapan sama orang yang penuh amarah. Kalau sudah berurusan dengan supir travel atau kurir yang ingin mengantarkan paket ke rumah, beberapa kali saya serahkan urusan menjelaskan rute menuju rumah ke suami. Kok gitu? Iya, dulu, beberapa kali kejadian, kalau engga saya yang frustasi, kurirnya yang marah-marah. Akhirnya, setiap ada situasi serupa, saya sudah keburu berprasangka akan makan hati lagi sehing...

Terapi Mental Block melalui Analisa Tanda Tangan

27 November 2021 yang lalu saya mendaftar ke program Terapi 30 Hari behinDsign karena terdorong oleh persoalan anak. Anak saya yang berusia hampir 6 tahun saat itu setiap hari mengeluh karena merasa tidak diterima oleh teman-teman sekelasnya. Awalnya saya bisa menghadapinya dengan kepala dingin ya, tapi, karena keluhannya terus berulang setiap hari, saya sendiri yang jadi cranky. Saya malah balik memarahi anak karena tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Harap jangan ditiru, ya. ☹️ Jujur, ini sangat menguras emosi saya karena sebenarnya apa yang anak saya alami merupakan persoalan diri saya juga sepanjang waktu sejak saya masuk bangku sekolah hingga ke dunia kerja. Saya tidak pernah tahu bagaimana cara mengatasinya. Makanya ketika ia menceritakan hal tersebut, saya bukannya memberikan nasehat bijak untuk menenangkan perasaannya, saya justru meledak, melampiaskan kekesalan saya, karena ia seolah membuka kembali luka-luka yang sudah lama saya kubur. Kalau diingat-ingat lagi ... Du...